Satwa Liar & Birdwatching
Orangutan memang bintangnya, tetapi Tanjung Puting penuh kehidupan. Pelayaran sungai yang perlahan adalah cara sempurna mengamati satwa dari jarak aman dan penuh hormat.
Mamalia & Primata
- Bekantan — monyet “Pinokio” endemik Kalimantan
- Kera ekor panjang dan owa
- Babi hutan, rusa, dan bajing raksasa di hutan
Burung
- Rangkong badak dan jenis rangkong lainnya
- Raja udang berparuh besar dan jenis berwarna lainnya
- Bangau, elang, dan layang-layang di sepanjang sungai
Reptil & Lainnya
- Buaya muara berjemur di tepian
- Biawak dan ular
- Kunang-kunang menerangi mangrove nipah di malam hari
Bawa teropong dan lensa zoom — pemandu Anda tahu persis ke mana harus melihat.
Rumah Satwa Unik
Tanjung Puting diliputi oleh rangkaian habitat dataran rendah yang kompleks dan beragam. Wilayah ini memiliki luas 3.040 km2 (1,174 mil persegi) dataran rawa rendah yang dikelilingi oleh sungai air hitam yang mengalir ke Laut Jawa. Macan dahan, musang, beruang madu Malaya, tiga spesies rusa, dan banteng hidup di seluruh taman nasional ini. Namun, satwa yang paling populer adalah orangutan, berkat upaya jangka panjang dari Program Riset dan Konservasi Orangutan.

Tanjung Puting juga menjadi rumah bagi bekantan yang berpenampilan unik, tujuh spesies primata lainnya, serta lebih dari 230 spesies burung. Taman nasional ini, yang terkenal dengan danau burung dan koloni bersarang musiman, juga merupakan satu-satunya tempat bersarang burung kuntul putih yang diketahui di Kalimantan. Selain itu, Tanjung Puting memiliki dua spesies buaya, puluhan jenis ular dan katak, serta berbagai spesies terancam punah, termasuk ikan naga (arowana) yang sangat langka dan dipercaya membawa keberuntungan.